“tausiah-tausiah itu yang selalu kurindukan”

hmmmm beribu kata yang ingin disampaikan “Alhamdulillah” rindu akan tausiah-tausiah yang menyejukkan hati, rindu akan motivasi penyemangat jiwa untuk selalu tersenyum. rindu akan sapaan yang menggetarkan hati, rindu akan tausiah-tausiah yang menjadi penyemangat motivasi kehidupan untuk selalu lebih baik.

waktu yang tak kan kunjung tau akan berhenti dimana, dan takdir illahi robbi yang akan mengantarkan pada kebajikan-kebajikan setelah datangnya tangisan dan airmata, derai lemah yang sempat menyapa harus selalu disirami dengan tausiah-tausiah pembangun motivasi untuk tetap berada dalam jalan illahi robbi. walau lama tak tampak tausiah itu tapi selalu di nanti akan kedatangannya untuk memberi motivasi yang menenangkan jiwa dan hati, sebagai pengobat lara dan menyejuk dahaga digurun gersang panas yang tiada tau kapan datangnya air untuk bertahan dalam ketidak pastian alam ini.

tausiah-tausiah itu selalu dinantikan dalam setiap suasana alam yang dengan pengaruh perubahan untuk selalu berharap akan kebaikan-kebaikan dijalan yang diridhoi Alloh. walau terkadang datangnya tausiah tak jelas dan secra tiba-tiba mungkin itu adalah yang terbaik dalam perjalanan panjang menuju kebaikan-kebaikan yang dinantikan untuk selalu tersenyum dalam semua situasi yang mendera.

jikaulah jauh..ingin sekali ku dekati, jikalah hilang ingin sekali kumencari…dalam gelap malam..dalam fajar pagi..dalam siang dan dalam senja dan dalam setiap sujud yang penuh dengan penantian….. penantian mendengarkan tausiah-tausiah yang memberikan motivasi dengan ilmu-ilmu yang baru yang belum terdengar sebelumnya.

jikalah tausiah itu datang….begitu airmata menetes krna terharu dan termotivasi untuk berjalan maju dengan harapan kebaikan-kebaikan dan ilmu-ilmu agama yang selalu diharapkan…untuk menjadi hamba Alloh yang taat dan istiqomah…

tausaiah-tausiah itu selalu kurindukan….dengan penuh harapan dan sujud pada Alloh….

*by suswanindah*

2 responses to this post.

  1. Posted by kakak on November 17, 2009 at 8:40 am

    semoga Alloh selalu bersamamu..
    hidup itu perjuangan, maka jangan pernah berhenti untuk selalu berjuang,,
    sebuah renungan : tersebutlah seorang petani yang hidup di pegunungan yang cukup gersang, untuk kebutuhan hidupnya setiap hari si petani harus mengambil air dari sumber air yang cukup jauh,, dia membawa 2 buah gentong dan dipikulnya..
    satu gentong masih bagus, utuh dan kekar, sementara satu lagi gentongnya sudah retak di bagian bibir gentong itu.. setiap kali petani memikul gentong dan sampai di rumahnya,, selalu saja gentong yang retak tadi tidak dapat memenuhi keinginan si petani karena air selalu berkurang dikarenakan tumpah sepanjang jalan yang dilewati petani itu..
    sampai suatu ketika, si gentong retak tadi mengeluh kepada si petani.. “maafkan aku wahai tuanku.. aku tidak dapat memenuhi keinginan mu karena setiap kali aku sampi dirumahmu pasti isiku berkurang..”
    subhanalloh.. apa jawab si petani..
    “lihatlah bunga dan rumput di sepanjang jalan yang kita lewati,, bunga itu begitu segar dan indah.. rumput itu begitu hijau..
    itu karena kamu menumpahkan air setiap saat lewat jalan itu..

    bahwa setiap diri pasti ada lebih dan juga ada kurang..
    gentong yang kurang sempurna ternyata bisa meghidupi bunga dan rumput menjadi indah dan hijau..

    wassalam..

    Balas

    • to kakak: subhanalloh…terimaksih kak untuk motivasinya..barokalloh kakak… ^_^ semoga bisa menjadi manfaat buat semua meskipun tak sempurna..seperti gentong petani itu ya.. amiin buat semua doa kakak…. ^_^

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: